
Dari banyak pilihan yang tersedia untuk mempromosikan peningkatan kualitas sekolah, dari mana harus kita mulai? Jika kita pintar, kita akan mulai dengan jujur.” Dengan bersikap jujur – Anda dapat mulai benar-benar mulai dari mana Anda berada.

Dari banyak pilihan yang tersedia untuk mempromosikan peningkatan kualitas sekolah, dari mana harus kita mulai? Jika kita pintar, kita akan mulai dengan jujur.” Dengan bersikap jujur – Anda dapat mulai benar-benar mulai dari mana Anda berada.

http://smpn1gamping-slm.sch.id/files/TPM.jpg
Saat sekolah, keluarga dan komunitas bekerjasama:
• Hasil/pencapaian belajar siswa meningkat
• Sikap moral guru berkembang
• Komunikasi guru orang tua dan manajemen meningkat
• Terjadi hubungan kerjasama/sinergi antara keluarga, sekolah dan komunitas

10. Belajar dari pengalaman guru lainnya
9. Punya waktu untuk diri sendiri
8. Punya kaidah pertahanan diri demi mencegah stress
7. Menabung, merencanakan pengeluaran dan tidak lebih besar pasak daripada tiang.
6. Punya peraturan di kelas
5. Mondar mandir atau berjalan-jalan saat mengajar, dan tidak duduk diam dibalik meja
4. Tidak kenal menyerah untuk memberikan yang terbaik bagi siswa
3. Punya lingkaran teman sesama guru yang saling mendukung dan positif
2. Punya blog
Dan yang paling penting
1. Mau dan cepat belajar dalam hal mengelola kelas
Sumber http://www.soyouwanttoteach.com/10-things-i-wish-i-knew-as-a-first-year-teacher/

http://farm4.static.flickr.com/3528/3461339712_a9917228eb.jpg
Agus Sampurno Bukan UN yang membuat pendidikan dan sekolah kita menjadi semakin baik, tapi andalah para guru yg membuat perbedaan dan perubahan dr hari ke hari,terima kasih sdh memilih profesi ini.

Mari sejenak kita berkhayal dan membayangkan. Jika anda diberikan waktu 60 menit untuk bertemu menteri pendidikan, apa yang akan anda katakan? Ingat waktu anda hanya 60 menit lho..Mohon kiranya anda fokus dan tidak abstrak dalam menyampaikan isu tentang pendidikan. Hal yang anda sampaikan bisa beragam dan semuanya tentang pendidikan. Anda bisa memilih masalah kesejahteraan guru, sumber belajar, sertifikasi dan lain sebagainya.
Bagaimana jadi apa yang ingin anda katakan?
Pesan untuk para guru muda: Untuk menjadi guru profesional, yang pertama adalah anda harus mencintai profesi ini. Anda tidak boleh masuk ke profesi guru, ketika anda tidak menyukai profesi ini. Anda tidak boleh masuk ke profesi ini sebagai pelarian dari profesi lain, yang sesungguhnya anda inginkan. Anda hanya bisa menjadi guru yang baik dan berhasil apabila anda mencintai profesi ini. Ukuran itu ada pada kepuasan anda dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak
http://salamsuper.com/mario-teguh-golden-ways-4-april-2010-guru-penumbuh-bangsa/
Mari kita pikirkan proses dan waktu untuk kemudian seseorang bisa lulus ilmu kependidikan dan berprofesi sebagai guru. Selama 4 sampai 5 tahun mahasiswa keguruan mengenyam pendidikan dibangku kuliah ilmu kependidikan, bahkan dengan waktu lebih singkat. Kemudian dilanjutkan dengan magang disebuah sekolah. Jika beruntung ia akan bergabung dengan sebuah sekolah atau menjadi pegawai negeri yang bersedia ditempatkan dimana saja. Tahun demi tahun berlalu, pada bayangan kita tentu seiring dengan bertambahnya masa tugas dan banyaknya pengalaman yang dilalui maka ia akan menjadi guru yang professional dan kreatif.
Kata ‘evaluasi diri’ adalah sebuah kata yang mengandung arti refleksi yaitu bercermin. Proses ini bisa juga berarti bagaimana sekolah yang didalamnya terdapat banyak komponen, berusaha melihat diri mereka sendiri. Sekolah sebagai lembaga selayaknyalah memiliki tradisi untuk melakukan evaluasi diri. Hal yang di sayangkan biasanya sekolah baru akan sibuk melakukannya saat mereka akan menghadapi proses akreditasi.

Mari kita menganalogikan seorang kepala sekolah adalah Sir Alex Fergusson, pelatih tim sepak bola Manchester United. Sir Alex Ferguson terpilih sebagai Pelatih Terbaik dalam periode 12 tahun terakhir versi Badan Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Rabu (21/1/2009). IFFHS menobatkan Fergie sebagai yang terbaik, setelah arsitek Manchester United itu sukses mengantar klub mengantongi 21 piala dari serangkaian ajang kompetisi bergengsi.
Pembaca yang baik, saya hadirkan kepada anda semua, tiga artikel mengenai pola kepemimpinan kepala sekolah. Silahkan tanggapi dan pahami. Semoga berkenan
Kasus 1
Pak Rudi baru saja diangkat menjadi kepala sekolah sebuah SD swasta yang baru 3 tahun beroperasi, Ia merasa senang sekali dengan promosi yang ia dapatkan dan merasa percaya diri akan dapat memimpin SD tersebut untuk dapat berkembang. Namun baru 2 bulan memimpin ia mulai menghadapi permasalahan yang terus berdatangan. Mulai dari komplain orang tua soal toilet, Kegiatan pembelajaran yang dinilai tidak berkualitas, sarana yang tidak memadai serta komunikasi dengan guru yang belum berjalan baik. Setiap kali ia menerapkan kebijakan baru selalu saja ditanggapi dingin oleh staff.
Komentar Terakhir